Arsenal ditahan imbang Leyton Orient 1-1 di babak kelima Piala FA pada akhir pekan kemarin. Itu berarti jadwal The Gunners di sisa musim ini semakin padat karena harus menjalani partai replay. Ada pun laga replay ini digelar pada 2 Maret mendatang.
Ini bukan kali pertama Arsenal mengalami kesulitan saat menghadapi tim dari divisi yang lebih rendah di musim ini. Sebelumnya, Huddersfield, Leeds United, dan Ipswich juga memaksa tim Gudang Peluru berjuang keras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arsitek berjuluk The Professor itu mengakui bahwa tim-tim dari kasta bawah telah mengalami peningkatan.
"Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa tim dari divisi lebih rendah telah berkembang dari segi fisik, teknik, dan taktik," jelas dia.
Soal taktik, Wenger mengatakan bahwa tim yang menjadi lawan tidak masalah bila The Gunners menguasai pertandingan.
"Masalah yang kami hadapi berbeda. Tim lawan cukup senang saat kami bisa menguasai posession sebesar 70 persen. Namun selama kita tak mencetak gol, mereka bisa fokus dengan baik," lanjut pria Prancis itu.
Wenger menilai bahwa membanjirnya pemain asing di tanah Inggris merupakan salah satu faktor yang membuat peningkatan kualitas dari tim-tim penghuni kompetisi tingkat kedua atau lebih bawah lagi.
"Sangat banyak pemain asing di Premier League dan beberapa pemain asli Inggris turun ke divisi bawah. Dan tentu saja saat ini ada pemain-pemain asing di divisi bawah, salah satunya mencetak gol dalam laga ini," pungkas Wenger.
Arsitek Arsenal sejak 1996 itu merujuk pada pencetak gol Leyton, Jonathan Tehoue yang berasal dari Prancis.
(nar/a2s)










































