Chelsea Akhirnya Pecat Ranieri

Chelsea Akhirnya Pecat Ranieri

- Sepakbola
Selasa, 01 Jun 2004 02:39 WIB
Jakarta - Teka-teka itu terjawab sudah. Penantian berbulan-bulan Claudio Ranieri berakhir dengan sendu setelah pengurus Chelsea memutuskan memecat manajer asal Italia tersebut.Bahwa posisi runner up di Liga Inggris dan semifinalis Liga Champions musim ini ternyata tidaklah cukup untuk menyelamatkan karirnya di Stamford Bridge. Ranieri, yang kontrak aslinya baru habis 2007 nanti, resmi diberhentikan.β€œChelsea hari ini mengumumkan bahwa Claudio Ranieri meninggalkan klub ini. Claudio telah melakukan pekerjaan kelas satu buat klub ini dan telah meratakan jalan buat kesuksesan di masa depan,” ujar juru bicara Chelsea kepada Reuters, Senin (31/5/2004) malam WIB.Sang jubir menambahkan, pihaknya belum bisa menentukan siapa pengganti Ranieri, tetapi mereka berharap keputusan tersebut sudah dibuat dalam waktu dua hari lagi. Mengikuti rumor belakangan ini, favorit manajer baru The Blues adalah Jose Mourinho, pelatih yang musim ini membawa FC Porto meraih gelar juara Liga Portugal dan Liga Champions.Ranieri, 52, dibawa ke London pada September 2000 oleh bos Chelsea waktu itu, Ken Bates. Ia ditugasi meneruskan pekerjaan yang ditinggalkan Gianluca Vialli.Di dua musim pertamanya eks pelatih Cagliari, Fiorentina, Valencia, dan Atletico Madrid itu hanya mampu mengantarkan Chelsea ke urutan enam besar di klasemen Liga Inggris. Kans merebut Piala FA di tahun 2002 juga kandas setelah kalah di final dari Arsenal.Musim lalu peringkat Chelsea naik dua anak tangga ke urutan keempat, sekaligus meloloskan tim ini ke Liga Champions. Tapi pada Juli tahun lalu seorang konglomerat dari Rusia bernama Roman Abramovich datang dengan segunung uang. Ia lalu menghambur-hamburkan uang lebih dari 100 juta poundsterling untuk memboyong pemain-pemain kelas satu ke Stamford Bridge. Ranieri kebagian tugas berat karena mesti menyatukan berbagai karakter bintang di dalam skuadnya, sementara Abramovich sepertinya hanya ingin menuai hasil instan.Itu sebabnya pria Italia yang rendah hati itu memperoleh simpati dari banyak pihak, termasuk anak-anak buahnya. Menjelang akhir kompetisi dua pilar terbaik Chelsea musim ini, John Terry dan Frank Lampard, sempat berharap agar Ranieri dipertahankan. Walaupun tidak meraih gelar juara, Ranieri rasa-rasanya tidaklah gagal total. Posisi runner up di liga domestik adalah capaian terbaik klub ini sejak 49 tahun silam. Begitu pula dengan di Liga Champions. Menembus babak semifinal adalah prestasi terbaik yang pernah dibuat klub tersebut. Tapi apa boleh buat, Ranieri tak kuasa menentukan nasibnya sendiri. Harapannya tetap menukangi Chelsea tidak terwujud. Ia mesti memulai sesuatu dari nol lagi, entah bersama klub mana. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads