Di antara keduanya, Suarez memang relatif lebih menonjol untuk saat ini. Ukurannya, penyerang asal Uruguay itu punya jumlah penampilan dan jumlah gol yang lebih banyak ketimbang Carroll.
Suarez sudah bermain sebanyak lima kali di Premier League dan sudah menyumbang dua gol. Sementara Carroll, yang debutnya tertunda lantaran cedera, belum menyumbang satu gol pun. Tapi Dalglish yakin, potensi Carroll belum sepenuhnya terpenuhi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai menyaksikan tandem itu bermain, Dalglish pun mendapatkan kesimpulan. Baginya, tak ada cerita sebuah tandem butuh waktu untuk bisa beradaptasi dan akhirnya klop satu sama lain. Tapi melihat, Suarez dan Carroll ceritanya berbeda. Mereka, menurutnya, memang cocok satu sama lain.
Dari keduanyalah Dalgslih yakin, Liverpool bisa mereguk banyak kesuksesan.
"Saya tak percaya, sebuah pasangan butuh waktu untuk bisa memperlihatkan performa terbaik. Yang ada, entah mereka bisa cocok atau mereka tidak," ujar Dalglish di ESPN Star.
"Suarez terlihat bagus dan mencetak gol fantastis untuk kami. Kini kami melihat banyak hal baik bagi kami ke depannya," tukas dia.
Sudah lama sejak terakhir kali Liverpool menjuarai Liga Inggris, yakni pada 1990 silam. Mungkinkah penantian itu berakhir pada era Suarez-Carroll?
(roz/arp)










































