Untuk pertama kalinya sejak hengkang dari Anfield, Hodgson bertemu dengan Liverpool pada pekan ke-31 Liga Inggris di Hawthorne Stadium, Sabtu (2/4/2011) malam WIB. Sebuah pertemuan yang tak bisa dipungkiri ditunggu-tunggu oleh pria Inggris 63 tahun itu.
Hodgson ingin membuktikan tentunya bahwa keputusan The Reds mendepaknya adalah tak tepat, meski ia dituding sebagai penyebab terpuruknya klub juara 18 kali Liga Inggris itu di awal musim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari jalannya laga tersebut, Hodgson setidaknya bisa "membalas dendam" kepada Liverpool karena pemutusan kontraknya Januari lalu. Tapi Hodgson tak ingin menilai laga itu sebagai arena balas dendam.
Baginya duel itu layaknya pertandingan yang memang harus dimenangkan WBA demi menghindari zona degradasi sekaligus mencari kemenangan pertama The Baggies atas 'Si Merah' dalam 20 tahun terakhir.
"Tidak ada perasaaan senang berlebihan usai mengalahkan Liverpool. Aku mempunyai banyak teman ketika masih di Liverpool," ucap Hodgson seperti dilansir ESPN Star.
"Aku merespek para pemain yang bekerja lama denganku dan juga para staff pelatih, sebagian besar mereka bekerja denganku dan sangat loyal," sambungnya.
"Tidak ada perasaan khusus dari kemenangan itu. Perasaan terhebat yang kurasa adalah mengalahkan Liverpool bukan sesuatu yang sering dilakukan West Brom," simpul Hodgson.
(mrp/rin)











































