Rooney sedang diselidiki oleh FA akibat mengucapkan kata umpatan di hadapan kamera televisi usai mencetak gol ketiga buat Manchester United ke gawang West Ham United. Dalam laga itu, MU menang 4-2.
Meski Rooney sudah meminta maaf, persoalan tidak lantas berhenti. FA langsung menyelidiki kasus itu dan bahkan menuntut Rooney untuk diskorsing dalam dua pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski penggunaan ucapan kasar dan tidak baik itu tidak bisa dibenarkan, tetapi sudah umum diterima kalau ucapan seperti itu sudah biasa didapat," ujar Taylor di situs PFA seperti yang dikutip Sky Sports.
Tentu saja, ucapan kasar bisa jadi masalah bila dilontarkan untuk menghina wasit. Tetapi bila itu diucapkan dalam momen perayaan gol, misalnya, maka menjadi aneh bila hal itu berbuah sanksi.
"Itu jadi masalah bila dilontarkan kepada ofisial. Tetapi saat digunakan secara spontan saat perayaan gol atau ketika merasa frustrasi, maka tidak normal bila hal itu mendatangkan sanksi," heran Taylor.
Taylor meminta agar FA bersikap konsisten, artinya, bila Rooney dihukum maka pemain lain yang melakukannya juga harus mendapat sanksi. FA harus memperlihatkan konsistensi penerapan aturan.
"Jika sanksi diberikan dalam situasi itu, maka hal itu harus dilakukan dalam sikap yang seimbang dan konsisten. Semua pemain harus tahu bahwa ada perubahan pendekatan," gugat Taylor.
(arp/rin)











































