"Perkerjaan saya adalah untuk memanajeri United, untuk mencetak hasil dan saya tak berbeda dengan manajer lainnya," papar Fergie di ESPN Star, mengenai pekerjaan yang digelutinya.
Pria kelahiran Glasgow, Skotlandia, itu sudah hampir 25 tahun duduk di kursi manajer Manchester United, sebuah rentang waktu yang sangat panjang, yang mana sulit ditemukan lagi pada masa sepakbola modern seperti sekarang. Selama itu pula Fergie telah memberikan banyak trofi, dan juga beberapa cerita dengan pemain-pemain 'Setan Merah'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasannya sederhana saja, Fergie merasa harus bersikap tegas demi kebutuhan tim. "Segala sesuatu yang saya lakukan harus hitam dan putih," ucapnya.
Ketegasan itulah yang membuat Fergie harus membuang rasa sentimentil dari dirinya. Ia tahu bahwa keputusannya tak selamanya benar, tapi itulah yang harus dilakukannya. Banyak pemain yang terpaksa ia lepas, meski ia sendiri mengaku berat melakukannya.
"Dalam manajemen, Anda harus bisa membuat keputusan--terkadang Anda memang salah. Tapi, itu tak terlalu berarti karena yang penting adalah Anda bisa membuat keputusan."
"Di United saya punya Ryan Giggs, Neville Bersaudara (Gary dan Phil. red), (Paul) Scholes dan (Nicky) Butt, yang bisa mewakili spirit klub. Semua pemain yang pernah bermain di sini punya peran masing-masing dalam kesuksesan saya."
"Jadi, ketika saya melihat sesuatu akan terjadi, dalam kasus Nicky Butt dan Phil Neville, saya harus melepas mereka untuk mendapatkan kesempatan yang lain."
"Ada tahap di mana saya takut untuk membicarakannya dengan mereka dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak bisa bermain."
"Tak adil buat mereka karena mereka adalah pemain bagus dan memegang peranan penting dalam kebangkitan United."
"Ketika datang waktunya untuk merelakan mereka pergi, saya tahu bahwa saya memotong sesuatu yang sangat penting, memotong sebuah benang loyalitas, dan saya tidak menikmatinya," tukas Fergie.
Melihat rentetan trofi yang pernah diraih oleh Fergie, pengorbanannya untuk menual pemain yang ia sukai memang tidak sia-sia. Keberhasilan memang membutuhkan ketegasan.
(roz/din)











































