Jika Dipecat pun Ancelotti Tak Bakal Menangis

Jika Dipecat pun Ancelotti Tak Bakal Menangis

- Sepakbola
Sabtu, 21 Mei 2011 06:01 WIB
Jika Dipecat pun Ancelotti Tak Bakal Menangis
London - Hanya setahun setelah mempersembahkan gelar ganda untuk Chelsea, Carlo Ancelotti kini malah berada di ujung tanduk. Tapi ia memastikan takkan ada air mata jika dirinya memang dipecat.

Chelsea dipastikan mengakhiri musim ini tanpa gelar setelah peluang meraih titel satu per satu melayang dari genggaman. Sebagai manajer, Ancelotti pun dipastikan jadi sorotan utama.

Menilik kebiasaan sang pemilik Roman Abramovich terhadap para mantan manajer Chelsea yang gagal mempersembahkan gelar, posisi Ancelotti pun terancam kendati ia mengaku belum tahu bagaimana masa depannya di Stamford Bridge.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Klub ini harus menilai pekerjaanku, dengan objektif. Jika mereka memutuskan melakukan pergantian, tidak ada masalah," lugas Ancelotti di Sky Sports.

"Anda tidak akan melihatku menangis atau yang semacamnya. Aku akan menerima keputusan dari klub dan mencari 'solusi' lain," imbuhnya.

Sekitar setahun lalu, Ancelotti menutup musim pertamanya di Chelsea dengan suka-cita usai mempersembahkan gelar juara Liga Primer dan Piala FA. Ia jelas tak pernah membayangkan dirinya saat ini malah berada dalam situasi yang jauh berbeda.

"Tidak (terbayangkan), tapi beginilah sepakbola. Aku tidak kaget dengan hal ini. Ketika aku memulai pengalamanku di Inggris, jika ada yang bilang aku akan memenangi Piala FA dan Liga Primer dalam dua tahun, aku akan senang."

"Dalam dua tahun ini aku harus senang karena tahun lalu tim sangat luar biasa. Tahun ini tidak begitu bagus. Tapi kita bisa belajar dari pengalaman untuk lebih baik lagi musim depan," paparnya.

Salah satu alasan Ancelotti diboyong ke Chelsea adalah karena reputasinya sebagai pelatih yang mumpuni di Liga Champions, sebuah kompetisi yang sangat ingin dimenangi Abramovich.

Maka dari itu, kendati ia mampu membawa Chelsea bangkit di Liga Primer musim ini, nasib Ancelotti boleh jadi sudah terkunci ketika Chelsea gagal mencapai semifinal Liga Champions untuk kali kedua beruntun.

Signifikansi tersebut juga diindikasikan oleh Ancelotti tatkala ia mengungkapkan kenangan terbaik dan terburuknya selama menangani Chelsea.

"Kenangan terbaik adalah kemenangan (Liga Primer) melawan Manchester United (musim lalu) dan yang terburuk adalah kekalahan melawan mereka di Liga Champions," simpulnya.

Musim lalu Chelsea hanya bisa mencapai 16 besar Liga Champions usai dihentikan Inter Milan yang kemudian jadi juara. Musim ini langkah mereka terhenti di perempatfinal setelah dibekuk MU yang kini akan berhadapan dengan Barcelona di partai puncak.





(krs/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads