Hiddink datang ke Stanford Bridge pada tahun 2009, di sebuah musim di mana Chelsea yang ditangani Luiz Felipe Scolari jeblok. Hiddink datang untuk menggantikan Scolari sebagai caretaker.
Di akhir musim, manajer yang juga pernah menangani Korea Selatan itu mempersembahkan trofi Piala FA. Hiddink pun digadang-gadang untuk melanjutkan kerjanya bersama Chelsea. Namun, ia menolak lantaran masih memiliki kontrak dengan timnas Rusia ketika itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama Hiddink pun masuk bursa lagi untuk menggantikan Ancelotti. Tapi, yang bersangkutan masih menjadi pelatih timnas Turki. Ia pun mengatakan, dirinya kini hanya bertindak sebagai penasihat saja bagi Chelsea.
"Semuanya berjalan baik dengan Chelsea. Sejak saya pergi dua tahun lalu, saya telah memberikan nasihat kepada klub tentang hal-hal yang menyangkut skuad," ujarnya seperti dilansir ESPN Star.
"Itu hanya mengambil sedikit waktu saya dan saya bisa mengombinasikannya dengan posisi saya di Turki. Tak ada konflik sama sekali."
Selanjutnya, pria asal 64 tahun itu juga mengakui bahwa Johan Cruyff pernah menawarinya posisi dalam barisan petinggi Ajax Amsterdam. Ia mengaku, tawaran itu cukup menantang, namun masih ingin berpikir dulu sebelum memutuskan.
(roz/roz)










































