Ancelotti, Korban Solusi Instan ala Roman

Ancelotti, Korban Solusi Instan ala Roman

- Sepakbola
Senin, 23 Mei 2011 11:48 WIB
Ancelotti, Korban Solusi Instan ala Roman
London - Apa yang ditakutkan Glenn Hoddle terjadi juga. Chelsea akhirnya memecat Carlo Ancelotti. Inilah solusi instan ala Roman Abramovich.

Dilihat dari catatan prestasi yang pernah ditorehkannya, Ancelotti jelas bukan manajer sembarangan. Bersama AC Milan, ia pernah dua kali menjuarai Liga Champions, satu kali menjuarai Coppa Italia dan satu kali merengkuh Scudetto. Catatannya bersama Chelsea pun tak bisa dibilang jelek.

Lihat saja torehannya musim lalu, di mana ia sukses membawa Chelsea menjuarai Liga Inggris dan Piala FA. Double Winner! Dan ingat prestasi bagus tersebut dicapainya pada musim perdananya menjadi manajer. Apa pun, Ancelotti layak untuk mendapatkan apresiasi atas prestasinya ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eks manajer Chelsea di tahun 1996, Glenn Hoddle, beberapa hari lalu bahkan sampai berharap agar Ancelotti tidak dipecat. Alasannya? Ya, catatannya musim lalu. Menurut Hoddle, setidaknya dua gelar tersebut menunjukkan kapasitas sebenarnya dari Ancelotti. Andai ia gagal musim ini, ia layak untuk mendapatkan kesempatan sekali lagi.

Hoddle kemudian mengritik terlalu seringnya Chelsea bergonta-ganti manajer. Hal ini disebutnya berimbas pada inkonsistensi prestasi. Ya, Chelsea seperti cocok-cocokan jika menggamit manajer baru.

"Saya pikir, jika mereka melakukannya lagi (memecat manajer, red), maka mereka akan melangkah mundur, alih-alih melangkah maju," ucap Hoddle.

Tapi, apa mau dikata. Beginilah solusi instan ala Roman Abramovich. Siapa pun manajer yang tak memberikan hasil kepada klub sudah pasti bakal didepak. Dan ini sudah terlihat ketika ia pernah memecat Claudio Ranieri, Avram Grant dan Luiz Felipe Scolari. Orang kaya asal Rusia itu hanya peduli akan hasil.

Solusi instan ini jugalah yang memang sudah mendarah-daging di Chelsea sejak kedatangannya. Ingat, demi mencapai kesuksesan, Abramovich memilih jalan menyuntik dana tak terbatas untuk membeli pemain-pemain bintang nan mahal. Abramovich seperti tak peduli apakah dirinya untung atau rugi dengan membeli pemain itu.

Sekarang, apa yang akan dilakukannya? Tentunya membidik manajer baru yang di matanya punya kualitas setara atau lebih bagus dari Ancelotti. Kabar yang beredar, manajer FC Porto, Andre Villas-Boas, masuk dalam radarnya.

Jika Villas-Boas akhirnya benar-benar menjadi manajer The Blues, tentu dia tahu konsekuensinya menjadi anak buah Abramovich.




(roz/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads