Setidaknya demikianlah yang diungkapkan skipper asal Serbia, Nemanja Vidic. Selebrasi usai kemenangan 4-2 atas Blackpool akhir pekan lalu hanyalah sekadar selebrasi. Di benak mereka, yang muncul adalah Barcelona.
Los Cules bukan lawan sembarangan. Mereka telah membangun reputasi di Eropa sebagai tim dengan permainan atraktif sekaligus mematikan. Dengan lawan yang seperti ini mustahil bagi 'Setan Merah' untuk bersantai-santai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibaratnya, final Liga Champions menghadapi Barca adalah sebuah gong. Andai keluar sebagai juara, maka sempurnalah musim United setelah sebelumnya menahbiskan diri menjadi klub dengan gelar juara paling banyak di tanah Inggris.
Bagi Vidic pribadi, ia tak mau bermain di final dan kalah lagi--apalagi dari lawan yang sama yang pernah menaklukkan mereka.
"Kami tahu bagaimana rasanya bermain di final dan kalah. Itu adalah salah satu momen paling menyedihkan dalam karier saya. Saya yakin, para pemain tak akan melupakannya," ucapnya, menyinggung kekalahan dari Barca pada final tahun 2009.
Sementara itu, Sir Alex Ferguson menyebut bahwa Barca lebih difavoritkan ketimbang skuadnya. Juara La Liga itu disebut Fergie memang punya segudang kriteria untuk diunggulkan.
"Saya menerima kenyataan bahwa Barcelona adalah favorit di mata banyak orang dan punya skuad super. Mereka juga kaya pengalaman, namun cukup muda untuk membuat mereka menemukan keseimbangan," tukas pria asal Skotlandia ini.
(roz/a2s)











































