Fergie dikenal memiliki gaya khas saat memarahi para pemainnya di ruang ganti. Inilah yang acap disebut sebagai "hairdryer treatment".
Julukan itu sendiri lahir sebagai pengibaratan, bahwa seorang pemain yang habis kena sasaran kemarahan Fergie akan seperti habis terkena pengering rambut, saking kerasnya amarah si bos.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak dirinci siapa-siapa saja yang kena semprotan paling keas dari Fergie, atau apa tepatnya kata-kata si pria Skotlandia. Namun, Evra menjamin ucapannya cukup keras.
"Setelah kami kalah di kandang Arsenal, ia bertanya kepada semua pemain, apakah masih ingin menjuarai titel liga ke-19 dan mematahkan rekor," jelas Evra di Sporting Life.
"'Berapa kesempatan lagi yang akan kalian gagal maksimalkan?' katanya. 'Kalian semua akan menyesal jika gagal juara'," lanjut Evra, menirukan beberapa kata-kata Fergie saat itu.
Ucapan Fergie itu terbukti jadi pelecut semangat yang diperlukan Evra cs. Usai kalah dari 'Gudang Peluru', MU menang 2-1 atas Chelsea dan setelahnya memastikan titel juara liga berkat tambahan satu poin tatkala bermain imbang 1-1 lawan Blackburn Rovers.
"Aku sangat senang kami mendapat poin yang kami butuhkan lawan Blackburn, karena jika tidak aku pikir kami akan mendapat pengering rambut!" serunya.
(krs/mfi)











































