Toure saat ini tengah menjalani hukuman larangan bermain sebanyak enam bulan akibat doping. Pemain bertahan asal Pantai Gading itu sudah dicekal sejak awal Maret lalu.
Seperti diwartakan sebelumnya, asal muasal Toure tersandung kasus doping adalah karena ia mengonsumsi sejenis obat pelangsing untuk mengecilkan ukuran perutnya, karena ia merasa kegemukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangan sebanyak 16 halaman, FA lantas memaparkan lebih jauh alasan mereka menjatuhkan hukuman. Toure pada awalnya disebutkan sudah diberi tablet-tablet dimaksud oleh sang istri, Mahoo Toure.
"MT memasukkan water tablet itu ke dalam sebuah paket obat. Pada 29 Januari, ia melakukan lawatan untuk partai babak empat Piala FA melawan Notts County," lanjut keterangan FA.
Paket suplemen itu lantas Toure masukkan ke dalam sebuah tempat dengan label Herbalife. Selanjutnya, Toure mengaku sudah berusaha mencari tahu legalitas obat tersebut termasuk dengan menunjukkannya kepada dokter tim, Dr Jamie Butler, di restoran hotel.
"Saat itu dua staf pelatih MCFC, Attilio Lombardo dan Fausto Salsano, juga berada tak jauh. Menurut ingatan KT, Dr Butler sudah melihat ke dalam tempat paket obatnya, mengangkat isinya dan mengatakan, 'semua yang ada di dalam tempat ini beres'. Tapi bukan itu yang diingat Dr Butler," jelas FA.
Butler memang mengaku kalau Toure sudah memberinya produk "Herbalife" untuk diperiksa di pusat latihan klub, tetapi ia tidak pernah benar-benar melihat paket obatnya.
Laporan FA itu kemudian menyimpulkan bahwa Dr Butler sebenarnya tidak pernah menyatakan bahwa water tablet tersebut aman digunakan Toure.
(krs/nar)











































