Scholes meraih segudang prestasi sepanjang 20 tahun pengabdiannya kepada Manchester United. Total sepuluh trofi Premier League, dua trofi Liga Champions, tiga trofi Piala FA, dua trofi Piala Liga Inggris, satu trofi Piala Interkontinental, dan satu trofi Kejuaraan Dunia Antarklub dia dapat selama membela The Red Devils. Itu belum termasuk sejumlah penghargaan individu yang didapat pemain yang baru saja pensiun ini.
Di sisi lain, catatan kedisiplinan Scholes bisa dibilang sangat buruk. Dia menempati peringkat ketiga pemain yang paling banyak mendapatkan kartu dalam sejarah Premier League dengan "koleksi" 90 kartu kuning dan empat kartu merah. The Ginger Prince cuma kalah dari Lee Bowyer (99 kartu kuning) dan Kevin Davies (92 kartu kuning).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Scholes punya alasan tersendiri terkait catatan kedisiplinannya yang buruk. Pria 36 tahun ini mengaku sering tidak beruntung.
"Saya cuma kurang beruntung. Saya tak pernah sengaja mencari kartu merah terhadap siapa pun," aku Scholes di Sportinglife.
Kartu merah terakhir yang didapat Scholes dalam kariernya adalah saat MU berhadapan dengan Manchester City di semifinal Piala FA. Saat itu, dia diusir wasit karena mengasari Pablo Zabaleta.
"Kartu merah yang itu, saya tidak sengaja. Saya cuma melakukannya di waktu yang salah," ujarnya.
"Bola berada di sana dan kaki Anda harus turun dan sayangnya itu harus turun di kakinya (Zabaleta)," lanjut Scholes.
"Saya tak pernah bermaksud melukai siapa pun. Tak ada seorang pun yang tak bisa melanjutkan pertandingan karena tekel saya dan tak ada yang kakinya patah. Saya tak pernah bermain kotor," tutur dia.
(mfi/roz)











































