Seperti tahun-tahun sebelumnya, Fabregas kembali diisukan akan "pulang" ke Barcelona. Alasannya pun masih sama, yakni ketidakmampuan The Gunners memenuhi hasrat gelandang tim nasional Spanyol itu untuk mengangkat trofi.
Pindah ke Barca memang jadi opsi yang sangat rasional kalau Fabregas mau mengakhiri puasa gelarnya. Melihat performa Azulgrana dalam beberapa tahun terakhir, mereka masih jadi calon terkuat juara dalam sejumlah kompetisi, baik di level domestik maupun Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka adalah institusi yang dalam kondisi apa pun akan selalu memberi jaminan titel kepada Anda. Dan jelas, sebagai seorang pemain, saya ingin terus berkembang setiap hari dan melihat seberapa jauh saya bisa pergi," lanjut pemain 24 tahun ini.
"Saya (frustrasi tidak memenangi titel), saya sudah mengatakannya. Tapi, saya baru 24 tahun dan saya bilang pada diri saya sendiri pada hari saya menjadi profesional, bahwa saya ingin jadi terbaik yang saya bisa. Jelas ada klub-klub yang menawari Anda--memberi jaminan kepada Anda--titel, kompetisi, tantangan pribadi, dan sebagainya," urainya.
Fabregas sadar bahwa yang menentukan masa depannya bukan dia seorang. Kalau Arsenal tetap bersikukuh untuk mempertahankannya, maka dia harus mematuhi kontrak.
"Tidak semuanya tergantung pada saya. Saya harap begitu, tapi karena tidak, maka tak mungkin untuk mengatakannya," ujar Fabregas.
"Saya belum membicarakan hal ini dengan bos. Saya sudah melakukannya tahun lalu. Dan tak ada sesuatu yang baru karena semua orang sudah tahu dan sudah banyak hal tentang itu yang ditulis," beber pemuda kelahiran 4 Mei 1987 ini.
"Apa yang sudah kami bicarakan, termasuk tahun lalu, biarlah kami saja yang tahu. Saya tak akan bilang apa-apa. Saya sudah bilang tahun lalu, kalau kami membicarakannya secara pribadi dan saya akan selalu menghormatinya. Saya menganggap diri saya sebagai seorang laki-laki dari kata-kata saya," tegasnya.
(mfi/krs)











































