Villas Boas baru berusia 33 tahun. Usia yang cukup muda untuk menukangi klub yang memiliki ambisi besar seperti Chelsea. Para senior Villas Boas seperti Claudio Ranieri, Jose Mourinho, Luiz Felipe Scolari, dan Carlo Ancelotti sudah merasakan sendiri bagaimana panas-nya kursi manajer Chelsea.
Dengan usianya tersebut, tantangan bagi Villas Boas bertambah yakni para pemain bintang Chelsea berusia sepantaran dengannya. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan pembangkangan tersendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir pemain di sini punya tanggung jawab dan bersikap profesional dalam menghormati posisi manajer. Jika mereka sampai kehilangan respek pada manajer, maka itu adalah sesuatu yang salah. Kebanyakan dari mereka adalah profesional dan saya tidak pernah ada masalah menghadapi itu semua," ujar arsitek asal Portugal itu di situs resmi The Blues.
Ia pernah memiliki pengalaman yang sama dengan situasi yang dihadapi saat ini. "Ketika saya bergabung menukangi Academica, saya ketika itu berusia 31 tahun dan ada sejumlah pemain yang lebih tua dari saya. Namun kondisi ini tak pernah menjadi sebuah pertanyaan karena pada akhirnya kompetensi yang kita tunjukkan akan menghadirkan sukses," lugasnya.
"Hal tersebut tak pernah menjadi masalah dan saya pikir juga tidak terjadi untuk saat ini."
Villas Boas menegaskan bahwa dengan usianya yang terhitung sangat muda sebagai arsitek sebuah tim, hal tersebut bukanlah penghalang bagi dia untuk bisa mengantarkan tim meraih prestasi.
"Saya sebenarnya tak ingin melihat karir saya di waktu lalu karena itu tampaknya cukup gila, namun pada akhirnya saya sangat beruntung karena mendapatkan kepercayaan dari orang-orang di sepanjang karir saya."
"Presiden Academica membuat langkah berani untuk menunjuk saya di usia 31 tahun, kemudian presiden Porto membuat langkah berani saat saya berusia 32 dan saya beruntung saat ini pemilik Chelsea membuat langkah berani untuk memboyong saya di usia 33!"
"Inilah yang terjadi di sepanjang karir saya dan saya tidak ingin memikirkan itu lagi. Saya hanya berharap bisa memberikan sesuatu yang menjadi ekspektasi orang kepada saya."
(nar/din)










































