Perang kata-kata merupakan sesuatu yang jamak terjadi di Premier League di beberapa musim terakhir. Sejak kedatangan Jose Mourinho sebagai arsitek Chelsea, psywar antar manajer semakin intens.
Bahkan tidak jarang perang urat syaraf yang terjadi antar manajer memperkeruh situasi kompetisi dan bisa membahayakan citra Liga Primer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentang bagaimana saya merespon Sir Alex (Ferguson, manajer Manchester United) atau manajer lain di Premiership, itu sebenarnya bukan persoalan inti. Bagi saya adalah bagaimana tim papan atas seperti Chelsea bisa kembali juara," tegas manajer 33 tahun itu di situs resmi The Blues.
"Saya sendiri sangat menghormati Sir Alex, namun saya tidak mengetahui dirinya secara pribadi. Saya bukan orang yang memiliki sifat konfrontatif. Saya tidak tertarik memberikan respon di luar lapangan. Yang terpenting kami tampil dengan motivasi, ambisi, dan menunjukkan lewat penampilan di lapangan," tegasnya.
Salah satu pendahulu Villas-Boas, Jose Mourinho sering bersikap sebagai agitator bagi John Terry dkk. Tujuannya adalah memompa semangat dari tim London Barat. Hasilnya pun positif dari rententan gelar yang diraih di masa kepemimpinan The Special One.
Namun begitu ada satu sisi negatif dari kepemimpinan Mou, yakni membuat Chelsea menjadi tim yang terkesan dibenci banyak orang. "Selain dari Fulham Road, Kings Road, dan daerah saya di Portugal di mana hanya ada 50 ribu orang tinggal di sana, praktis semua adalah dunia melawan kami," kata Mourinho Mei 2005 silam seperti dilansir dari Independent.
Villas-Boas menegaskan dia memiliki caranya sendiri dalam memimpin tim. "Tahun lalu membuktikan bahwa Chelsea menunjukkan kinerja yang bagus bahkan berpeluang meraih juara di beberapa laga menjelang akhir musim dan saya ingin kita memulai lagi semua dari awal," lugas eks arsitek FC Porto itu.
"Itu adalah bagian dari empati yang akan saya ciptakan bersama pemain dan memberikan mereka tantangan, motivasi, agar bisa sukses lagi. Masalahnya bukan terletak pada satu pihak melawan orang banyak, namun bagaimana berusaha untuk membangun tim agar kami kembali kuat untuk bersaing meraih titel, seperti yang sudah kami tunjukkan dalam enam tahun terakhir," tutup dia.
(nar/a2s)











































