Scholes: Arsenal, Permainan Cantik Tanpa Hasil

Scholes: Arsenal, Permainan Cantik Tanpa Hasil

- Sepakbola
Selasa, 05 Jul 2011 08:14 WIB
Scholes: Arsenal, Permainan Cantik Tanpa Hasil
Manchester - Arsenal disebut-sebut sebagai tim dengan permainan paling indah di sepakbola Inggris. Meski begitu, The Gunners dinilai tetap tidak akan mampu bersaing dalam perebutan gelar juara di musim depan.

Penilaian itu dilontarkan oleh legenda Manchester United, Paul Scholes, yang memutuskan gantung sepatu setelah timnya dikalahkan Barcelona di final Liga Champions, Mei silam.

Arsenal selalu memperagakan permainan sepakbola menyerang yang atraktif, mirip tiki-taka Barcelona. Sayangnya, permainan indah itu tidak dibarengi dengan prestasi di mana klub yang dibesut Arsene Wenger ini tak lagi mengangkat trofi sejak yang terakhir enam tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Arsenal hanya memuji untuk menipu. Mereka mungkin memainkan sepakbola paling indah tapi itu tidak selalu menghasilkan hasil yang mereka butuhkan," ungkap Scholes seperti diberitakan Mirror.

"Orang-orang membicarakan Arsenal sebagai tim dengan permainan sepakbola terbaik di Inggris. Itu tidak menganggu saya, karena ketika mereka melakukan itu, kami justru menang. Mereka memang memperagakan permainan terbaik untuk ditonton, tapi apa gunanya jika anda tidak memenangi apapun?"

Paceklik gelar berkepanjangan dan tidak adanya jaminan rekrutmen pemain kelas dunia menjadi pendorong Gael Clichy memilih hengkang dan kini bergabung Manchester City yang lebih menjanjikan.

Kepergian Clichy dikhawatirkan menjadi awal dari eksodus pemain bintang Arsenal. Samir Nasri dan Cesc Fabregas menjadi dua pemain lain yang tengah menuju pintu keluar Emirates.

"Bukan hanya itu saja, mereka berpotensi kehilangan pemain-pemain terbaik mereka seperti Cesc Fabregas dan Samir Nasri," sambung pemilik julukan Ginger Prince itu.

"Memang, semua tim ada siklusnya, tapi dengan apa yang sudah kami terapkan di United dalam 15 sampai 20 tahun terakhir, saya akan terkejut jika kami sampai enam tahun tahun tanpa trofi."

"Anda tak bisa mengatakan itu tak akan terjadi, karena anda hanya harus berpikir apa yang telah dilalui Liverpool tapi saya tidak merasa manajer kami membiarkan hal itu terjadi pada kami," pungkas Scholes.

(rin/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads