Torres sejak dibeli dari Liverpool Januari lalu dengan banderol 50 juta poundsterling, cuma bisa menyumbang satu gol dari 18 penampilannya di seluruh kompetisi.
Kemandulan itu masih berlanjut saat Chelsea melakoni laga pra musim di Asia di mana dari dua laga yang dilalui, tak satupun gawang lawan yang bisa dijebolnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Striker Ukraina itu dibeli dengan harga 30 juta poundsterling tapi cuma bisa 22 gol dari 72 penampilan selama tiga musim di sana. Wajar jika rasa was-was itu hadir tapi Terry menilai tidak adil jika membandingkan Torres dengan Sheva. Kenapa?
"Perbincangan seperti tidak adil untuk Nando. Ketika ia memulai musim lalu bersama Liverpool, dia sudah berkata jujur soal cedera yang didapatnya di Piala Dunia," tukas kapten 'Si Biru' itu kepada London Evening Standard yang dilansir Sky Sports.
"Saat ini kami sudah mencapai 85-90 persen dari level kebugaran kami dan begitupun dia, namun kami tetap berlatih terus. Alaminya memang ada tekanan untuknya namun ia bisa mengatasi. Dia tetap salah satu striker terbaik di dunia," lanjut bek berusia 30 tahun itu.
Lebih lanjut Terry yakin jika hasrat Torres untuk merebut titel pertamanya di ranah Inggris akan jadi pemecut semangat eks striker Atletico Madrid itu tampil trengginas musim depan.
"Dia lapar. Dia ingin memenangi Liga Primer dan itulah hal pertama yang dia ucapkan ketika bergabung dengan kami di Januari," ujarnya.
"Itu adalah sesuatu yang dia tidak bisa lakukan di Liverpool dan rasa lapar itu tetap ada padanya seperti diriku yang ingin memenangi trofi itu."
"Usai dia bergabung dengan kami, dia akan mencetak lebih banyak gol dari yang pernah ia cetak," simpul Terry.
(mrp/roz)











































