Lukaku resmi jadi pemain anyar The Blues pada pekan lalu. Dia diboyong dari Anderlecht dengan biaya sekitar 20 juta pounds.
Dengan postur dan gaya bermain yang mirip, Lukaku disebut-sebut sebagai "Drogba baru". Namun, daripada jadi suksesor Drogba, Lukaku lebih suka jadi partner striker Pantai Gading itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya punya kecepatan dan dalam duel satu lawan satu saya sangat kuat. Tetapi, untuk dibandingkan dengan dia, itu adalah sebuah kehormatan yang sangat besar buat saya," tambah pemain berusia 18 tahun ini.
"Setiap waktu dalam latihan yang saya habiskan dengannya, kami ngobrol banyak dan saya juga duduk di sebelahnya di ruang ganti," jelasnya.
Lukaku menambahkan, dalam beradaptasi, dirinya banyak dibantu oleh para penyerang senior The Blues. Tak cuma Drogba, tapi juga Nicolas Anelka dan Fernando Torres.
"Setiap saat saya bersama dia (Drogba), saya selalu mendengarnya karena dia memberikan nasihat yang bagus. Nic dan Fernando juga melakukan hal yang sama," beber Lukaku.
"Saya ingin belajar dari pemain di sini dan setelah itu saya ingin menunjukkan kepada pelatih bahwa saya siap kalau dia membutuhkan saya," lanjutnya.
(mfi/roz)











































