Musim panas in Fabregas kembali ke klub masa kecilnya, Barcelona, setelah proses panjang berisikan spekulasi yang bukan cuma berjalan satu musim saja.
Keputusan "pulang kampung" itu bukan saja karena Barca adalah tempatnya menimba ilmu sepakbola semasa bocah tetapi juga karena ambisinya meraih trofi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prediksi itu sendiri sebenarnya dilontarkan Fabregas dengan penuh rasa prihatin karena masih memendam perasaan khusus untuk 'Gudang Peluru' yang sudah menjadi rumahnya period 2003–2011.
"Aku masih punya banyak perasaan terhadap Arsenal, tapi aku risau mereka takkan bisa mengejar klub besar di Inggris. Jika Anda lihat musim ini, aku tak bisa melihat mereka finis di depan tim seperti Manchester United atau (Manchester) City, atau Chelsea. Ada perbedaan besar dalam skuad."
"Aku menghormati fakta bahwa Arsenal tak memiliki kekuatan finansial seperti yang lain, tapi keputusanku pergi tidak lepas dari sulitnya aku melihat Arsenal memenangi Liga Primer atau Liga Champions dalam waktu dekat," papar Fabregas.
Pemain berusia 24 tahun itu juga berharap sepeninggal dirinya Arsenal bisa merekrut pemain pengganti yang dapat membawa klub London itu tetap tangguh.
"Aku harap mereka akan menggantikanku dan pemain lain yang sudah pergi, dengan pemain lain yang berkualitas dan mungkin mereka bisa membawa Arsenal kembali ke level jawara," harap Fabregas.
(krs/mrp)










































