Tampil dengan kembali diperkuat Gervinho, yang baru bisa bermain lagi setelah hukuman tiga pertandingan akibat kartu merah di pekan pertama, Arsenal menggebrak di awal-awal pertandingan. Pergerakan Gervinho, Mikel Arteta, dan Andrei Arshavin sempat menyulitkan pertahanan Blackburn.
Permainan bagus itu pun berdampak bagus, skuad arahan Arsene Wenger itu unggul 2-1 di babak pertama melalui Gervinho dan Arteta. Tapi, keadaan berbalik di babak kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak semuanya negatif hari ini, itulah yang membuat kami frustrasi. Ada banyak sisi positif juga," ujar Wenger usai pertandingan seperti dilansir situs resmi klub.
Wenger bisa jadi benar karena faktanya Arsenal memenangi ball possession dengan perbandingan 69:31. Mereka juga melepaskan 23 tembakan, di mana sembilan di antaranya tepat sasaran. Sementara, Blackburn hanya delapan, dengan empat yang tepat sasaran.
Dalam pandangan tertentu, Blackburn boleh saja dibilang lebih efektif. Tapi, Arsenal pun tak bertahan dengan baik. Gol keempat Blackburn terjadi setelah Martin Olsson, lewat sebuah serangan balik cepat, mengiris sisi kiri sendirian--pos yang seharusnya dikawal dengan baik oleh bek baru, Andre Santos. Penampilan Koscielny pun ikut mengundang kritikan lantaran dianggap tak cukup solid dalam menjadi palang pintu.
"Saat ini, kami tak punya kemampuan untuk fokus bertahan dengan baik selama 90 menit untuk memenangi laga," ucap Wenger.
"Sangat penting untuk tidak memberikan gol mudah seperti yang sudah kami lakukan tadi," tukas manajer asal Prancis tersebut.
(roz/krs)











































