Lampard dalam dua musim terakhir bukanlah Lampard yang dulu. Cedera dan mulai bertambahnya usia, Lampard seperti kehilangan sentuhan emasnya dan naluri golnya.
Musim lalu ia cuma mencetak 13 gol dari 32 penampilannya di seluruh kompetisi. Bandingkan dengan lima musim sebelumnya, di mana Lampard mampu membuat minimal 20 gol semusim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah ini pertanda Lampard sudah habis? Tidak begitu juga menurut Villas-Boas. Ia meyakinkan Lampard masih ada dan pesepakbola 33 tahun itu adalah elemen penting dari skuad musim ini.
Keputusannya mengganti Lampard dengan Nicolas Anelka saat turun minum pada laga kontra Manchester United lalu hanya persoalan taktik semata.
"Itu adalah keputusan yang harus kami ambil, karena saya memikirkan hasil di babak pertama," tutur Villas-Boas di Sky Sports.
"Itu adalah pergantian untuk menyerang yang kami rasa itu tepat. Bukan karena Lampard bermain buruk dan dia tidak seperti itu. Dia cukup berperan dalam laga tadi," lanjutnya.
"Ini hanyalah sesuat hal yang harus kami terapkan pada tim untuk lebih bergaya menyeran, bukan karena dia bergaya menyerang karena Lampard bertipe menyerang dan sudah ditunjukkan selama kariernya," aku pria asal Portugal itu.
"Tidak ada yang perlu didramatisir. Frank adalah pemain yang fantastis dan akan jadi salah satu pemain kunci kami di sisa musim ini," simpul Villas-Boas.
(mrp/krs)










































