Dua gol itu memang hanya terjadi di Piala Carling, yang levelnya masih berada di bawah Premier League dan Piala FA. Lawannya pun "hanya" Leeds United, yang meskipun rival berat Manchester United, statusnya kini hanyalah penghuni League Championship.
Namun, Owen merasakan kelegaan yang luar biasa atas dua gol yang dicetaknya tersebut. Ada beberapa alasan yang melatari hal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu kesempatan bermain adalah hal yang sangat berarti untuknya. Andai dalam satu kesempatan itu ia tidak mencetak gol, maka bukan tak mungkin cap "gagal" akan mendompleng padanya. Owen pun harus menunggu lama lagi untuk bisa dapat kesempatan berikutnya.
"Jika Anda bermain tiap pekan, Anda bisa memaafkan penampilan buruk di satu laga karena Anda bisa saja mencetak gol di laga berikutnya," ujar pemain berusia 31 tahun itu di The Sun, memberikan gambaran singkat mengenai tekanan yang melingkupinya.
"Saya masih merasa bahwa saya masih harus membuktikan diri saya, kapan pun saya bermain," ucapnya memberikan kesimpulan.
Sebagai catatan, ini adalah musim ketiga Owen berbaju MU. Pada dua musim pertamanya, ia hanya berhasil mencetak total lima gol di Premier League. Dengan atmosfer skuad 'Setan Merah' yang kini lebih mengarah kepada permainan kolektif para pemain muda, Owen memang punya ujian yang relatif besar untuk dilewati.
(roz/din)











































