Ketika Tevez menolak bermain di tengah laga City melawan Bayern Munich di Liga Champions hari Selasa lalu, Mancini langsung menyatakan bahwa masa depan si pemain di klub tersebut sudah "selesai". Ia juga mencekal pemain internasional Argentina itu selama dua minggu.
Tindakan Mancini tersebut dianggap tepat oleh Fergie, yang notabene pernah pula menjadi bos Tevez di Old Trafford, dari 2007 sampai 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sebuah klub sepakbola, tidak ada yang lebih penting dibanding manajer," sambung dia.
Ferguson pernah mengalami situasi serupa dengan Mancini pada November 2001. Ketika itu Paul Scholes menolak bermain setelah dipilih masuk tim lapis kedua untuk tampil di ajang Piala Carling menghadapi Arsenal, sementara dia tidak tidak dilibatkan dalam pertandingan MU sebelumnya di liga -- kalah dari Liverpool.
"Kita semua punya pengalaman sendiri-sendiri dalam mengatasi kesulitan-kesulitan kita, dan kita harus mengatasinya semampu yang kita bisa," tukas Fergie.
Scholes sendiri mengakui ulahnya kala itu salah. Ia sempat pasrah jika Fergie sampai mendepaknya, tapi beruntung konsekuensi buruk itu tidak terjadi, setelah dirinya meminta maaf.
"Aku sadar, itu bodoh. Aku merendahkan manajer dan aku menyesal. Ini mungkin mirip dengan yang ada di pikiran Carlos Tevez, kalau benar dia menolak turun ke lapangan," tutur Scholes.
"Terkait apa yang pernah aku lakukan waktu itu, manajer bisa saja memecatku, dan melakukan apa saja yang dia mau terhadapku. Aku segera minta maaf karena aku sadar itu kesalahan yang sangat besar. Dia menghukum aku dengan denda maksimal. Cerita itu selesai, dan aku langsung berpikir akan dimainkan di pertandingan berikutnya."
(a2s/rin)











































