Setelah malang-melintang di Italia dan melatih Reggiana, Parma, Juventus dan AC Milan seraya meraih sederet gelar juara, pada tahun 2009 lalu Ancelotti menyeberang ke Inggris untuk membesut Chelsea.
Italiano berusia 52 tahun tersebut menutup musim pertamanya dengan manis setelah mengantar 'Si Biru' meraih gelar dobel, titel Liga Primer dan Piala FA, serta gelar Community Shield di awal musim tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku masih sangat ingin di Inggris. Untuk seorang pelatih, ini adalah negeri yang ideal. Di Italia, tidak mudah untuk mendapatkan intensitas penuh dalam pekan latihan, di Inggris sebaliknya. Sulit sekali menguranginya," ujar Ancelotti kepada La Repubblica dan dilansir Reuters.
Ancelotti mengungkap, masa-masanya berada di Inggris berjalan dengan cukup menyenangkan. Apalagi ia juga mendapat sambutan hangat dari Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson.
"Ia orang yang hebat, ia rendah hati, ia merupakan bagian dari sejarah dalam sepakbola tetapi ia tidak menyombongkannya," puji Ancelotti.
Kini Ancelotti bersiap kembali menangani klub Liga Primer Inggris. Ia memprediksi akan ada kursi lowong menyusul habisnya kontrak Manajer Inggris Fabio Capello setelah Piala Eropa 2012, karena suksesor Capello diyakininya akan berasal dari manajer klub Liga Primer yang ada saat ini.
"Dalam beberapa bulan pekerjaan Capello akan berpindah ke tangan orang Inggris, yang mana membuat posisi di sebuah klub jadi lowong. Hanya pekerjaan besar yang membuatku tertarik, seperti Liverpool dan Tottenham. Tapi aku tidak buru-buru," lugas Ancelotti.
Liverpool saat ini tengah ditangani oleh Kenny Dalglish sedangkan Spurs dibesut Harry Redknapp. Nama terakhir dijagokan untuk menangani 'Tiga Singa' setelah kontrak Capello habis.
(krs/krs)











































