"Ya (mengembangkan tim yang bagus). Tapi, lemari trofi adalah sesuatu yang lebih nyata," ujarnya kepada Guardian, ketika ditanya soal mimpi-mimpinya sebagai manajer.
Villas-Boas melalui satu musim yang brilian bersama FC Porto sebelum akhirnya ditunjuk menjadi manajer The Blues. Dengan kegagalan yang didapat Carlo Ancelotti musim lalu, ekspektasi untuknya pun cukup besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir, saya hanya ingin memiliki karier yang bisa saya banggakan, kapan pun karier saya berakhir."
"Akan datang saatnya saya merasa bangga atas apa yang sudah saya capai dan saya meletakkan jabatan saya. Saya tak mau berada di satu posisi lama-lama, tapi saya ingin sesuatu yang bisa dibanggakan dan saya akan mencoba untuk mendapatkannya," tukasnya.
Dari musim ke musim, sejak kedatangan Roman Abramovich ke klub, Chelsea adalah salah satu penantan serius untuk meraih gelar Premier League. Hal ini sudah pernah mereka capai bersama Jose Mourinho dan Ancelotti. Namun, belum di Eropa.
Tahun terdekat mereka dengan trofi Liga Champions adalah ketika ditangani Avram Grant pada 2008. Sayang, berakhir dengan kekalahan di final. Sejak saat itu rasa penasaran Abramovich untuk trofi Eropa belum tertawar. Mungkinkah Villas-Boas bisa memberikannya?
"Ini baru awal dari karier saya dan saya punya banyak target untuk masa depan saya, hal-hal baru dan saya ingin melakukannya," tukasnya.
(roz/krs)











































