"Tak diragukan lagi, kami tahu bagaimana itu akan membekas dan bagaimana olok-olok akan terus ditujukan kepada pendukung kami," ujar Darren Fletcher di Sportinglife. Ucapan Fletcher memang singkat, tapi cukup untuk menggambarkan keseluruhan efek setelah laga.
MU, yang tengah berusaha membungkam 'Tetangga yang Berisik', akhirnya malah dibantai habis-habisan. Ironisnya, itu adalah kekalahan pertama mereka musim ini dan harus terjadi di kandang sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tahu bagaimana rasa sakitnya (para fans), para pemain juga merasakan rasa sakit yang sama," ucap Fletcher lagi.
Satu-satunya sisi positif yang bisa diambil MU dari akhir pekan lalu hanyalah mereka tak tergusur dari posisi dua klasemen lantaran Chelsea juga menelan kekalahan. Yang kemudian layak dinantikan adalah bagaimana The Red Devils bereaksi setelah ini.
Gelar jelas belum lepas. Tapi, mental bisa jadi lain soal. Dan hal tersebut hanya bisa dibuktikan dari bagaimana skuad arahan Sir Alex Ferguson itu menghadapi laga-laga berikutnya. Selanjutnya, MU bakal menghadapi Everton, Sunderland, dan Swansea City, di mana dua laga di antaranya bakal dilakukan di kandang lawan.
Di sisi lain, Sir Alex jelas punya pekerjaan rumah untuk dibenahi. Dari laga melawan City tersebut, MU kalah penguasaan bola dan segala-galanya. Bahkan City hanya mencetak tujuh shots on target saja, dan enam di antaranya akhirnya berujung jadi gol.
"Adalah hasil yang buruk kalah dari Manchester City, tapi ini bukan berarti liga sudah selesai. Kami harus memberikan respons dan menang di laga berikutnya," tukas Fletcher.
(roz/mrp)











































