Pesepakbola berusia 30 tahun itu menjadi pilihan keempat di jantung pertahanan City di belakang Vincent Kompany, Joleon Lescott, dan Savic. Oleh sebabnya, ia mengancam meninggalkan Eastlands dalam waktu dekat.
Jalan Kolo keluar dari Etihad niscaya semakin terbuka pasca melakukan wawancara di Prancis belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku tahu kualitasku dan aku tidak punya apapun untuk dibuktikan disini di Inggris. Mereka tahu aku disini. Ketika Anda melihat penampilan Savic melawan QPR, maaf saja tapi aku santai," ucap Kolo yang dikutip Daily Mail.
"Untuk berkompetisi di Piala Afrika adalah bencana buat para pemain sekarang. Para pelatih tidak ingin merekrut pemain karena itu. Aku merasa ini lebih sulit buat sepakbola Afrika ke depannya."
"Aku yakin, jika aku tidak bermain untuk City, maka itu bukan semata karena alasan sepakbola. Jika cuma tentang itu maka aku akan bermain setiap pekan. Aku korban dari itu dan itu harus diungkapkan."
"Ketika aku di Angola untuk Piala Afrika 2010, klub menyewa sebuah pesawat jadi aku bisa kembali dengan cepat dan bermain di laga melawan Manchester United. Tapi aku kembali terlambat dan kami kalah. Aku percaya klub tidak dapat menerimanya dan aku membayarnya sekarang," pungkas dia.
Kolo yakin pesepakbola Afrika secara umum didiskriminasi karena kewajibannya tampil di Piala Afrika. Turnamen tahun depan akan berlangsung Januari dan Kolo serta Yaya akan pergi selama tiga pekan usai Natal.
"Klub-klub di level ini selalu memilik skuad yang banyak. Aku pernah jadi kapten begitu pula dengan Carlos Tevez. Dia tidak lagi disini dan siapa sangka ini yang terjadi? Pesepakbola Afrika adalah korban dari diskriminasi," tudingnya.
(rin/mfi)











































