Pesona Gila The Horse Drogba

Pesona Gila The Horse Drogba

- Sepakbola
Rabu, 21 Jul 2004 07:19 WIB
Pesona Gila The Horse Drogba
Jakarta - Dua tahun lalu siapapun yang berpikir Didier Drogba akan menjadi salah satu striker termahal di dunia, pasti sudah dianggap gila. Tetapi kini kegilaan tersebut justru menjadi pesona.Pertama kali mengenal sepakbola Drogba bermain sebagai bek kanan. Itupun dilakoninya hanya sebagai kesenangan semata. Bahkan pada usia 15 tahun, pria kelahiran Pantai Gading 1978 itu sempat berhenti bermain sepakbola selama satu tahun untuk menyelesaikan sekolah. Namun tanpa disangka-sangka dalam dua tahun belakangan ini, karir Drogba langsung melesat bagaikan roket. Jika melihat latar belakang keluarga Drogba, sangat wajar bila semangat untuk berjuang keras tertanam dalam dirinya. Sebagai anak yang tertua dari tujuh bersaudara, Drogba harus sudah merantau ke Prancis sejak berusia lima tahun. Di tempat perantauan, Drogba tinggal bersama pamannya Michel Goba, yang juga merupakan pemain sepakbola profesional di divisi dua Liga Prancis. Agaknya pekerjaan pamannya menjadi jalan hidup yang ditiru Drogba. Klub Dunkirk menjadi klub pertama Drogba yang saat itu masih bermain sebagai bek kanan. Selanjutnya Drogba pindah ke Abbeville. Klub inilah yang kemudian merubah posisinya menjadi penyerang.Tahun 2000 Drogba pindah ke Le Mans. Dalam tahun ini Drogba berhasil mencetak tujuh gol dibawah pelatih Marc Westerloppe yang sekarang menjadi direktur teknik akademi Lens. Namun ketika Westerloppe diberhentikan, karir Drogba turut terpengaruh. Pasalnya pelatih pengganti Thierry Goudet justru tidak pernah bertatap muka dengan pemain.Musim 2002/2003 Sebuah klub bernama Guigamp asal kota kecil Breton, tertarik membeli Drogba. Inilah awal karir gemilang Drogba yang membuktikan kemampuannya dengan mencetak 17 gol. Hal ini mampu membuat Olympic Marseille merogoh 4 juta euro (sekitar Rp66,5 miliar) untuk memboyongnya dari Guigamp.Keputusan Marseille untuk membeli Drogba ternyata sangat tepat. Pada musim pertamanya pemain yang diberi julukan The Horse oleh rekan satu timnya itu, berhasil membawa Marseille ke babak final Piala UEFA. Kini giliran Chelsea yang menaruh harapan pada Drogba. Gelar Liga Inggris menjadi imbalan yang sangat pantas untuk harga Rp400 miliar. (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads