Zabaleta memang pemain serba bisa. Selain bisa dipasang sebagai bek sayap, pemain Argentina ini juga fasih bermain sebagai gelandang bertahan.
Saat City dikalahkan Chelsea, Zabaleta bermain sebagai bek kanan. Dengan absennya Gael Clichy di laga kontra Arsenal, Senin (19/12/20111) dinihari WIB, pemain berusia 26 tahun ini pun digeser ke kiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zabaleta ternyata mampu menjalankan tugas itu dengan baik. Keberhasilannya meredam Walcott pun menuai pujian dari Mancini.
"Dalam tim top, ada 11 pemain. Tapi, kalau kami ingin menang dan berkembang, kami perlu memiliki 20 pemain bagus yang punya sikap bagus," ujar Mancini di Sky Sports.
"Pablo adalah pemain yang sangat pintar. Sebelum pertandingan, dia tahu bahwa ini akan sulit. Saya bilang ke dia kalau dia bisa bermain baik menghadapi Theo Walcott, maka kita mungkin akan memenangi pertandingan," imbuhnya.
City akhirnya meraih kemenangan dalam laga tersebut dengan skor 1-0 dan merebut kembali puncak klasemen dari tangan Manchester United.
Zabaleta sendiri tak mau besar kepala meski dipuji bosnya. Dia merasa apa yang dia lakukan adalah bagian dari kewajibannya.
"Kami punya masalah dengan skorsing Gael Clichy dan cederanya Aleksandar Kolarov," katanya.
"Tapi, saya juga sudah banyak bermain sebagai bek kiri. Tak ada masalah. Saya cuma ingin melakukan yang terbaik untuk tim," tambah Zabaleta.
(mfi/din)











































