Meski tanpa pembelian pemain top apa yang dilakukan Newcastle di awal musim adalah sebuah kejutan. Dari 11 laganya, Fabrizio Coloccini dkk tidak terkalahkan dan berada di papan atas.
Ketangguhan Tim Krul di bawah mistar, duet Coloccini dan Stephen Taylor di jantung pertahanan, trio Cheik Tiote, Yohan Cabaye dan Jonas Gutierrez sebagai pengawal lini tengah serta ketajaman Demba Ba, jadi modal Newcastle.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan berikutnya mereka memang masih bisa menahan Manchester United 1-1 di Old Trafford. Tapi saat menjamu Chelsea di St James Park, mereka kalah 0-3 dan harus kehilangan bek andalannya, Taylor, hingga akhir musim karena cedera.
Setelahnya Newcastle kalah 2-4 dari Norwich, imbang 0-0 dengan Swansea City dan semalam kalah 2-3 dari West Bromwich Albion di kandang sendiri. Berarti Newcastle sudah enam laga tak pernah menang. Terakhir mereka menang yakni 2-1 atas Everton 5 November lalu.
Kini mereka ada di posisi ketujuh dengan 27 poin dari 17 laganya. Dengan jadwal padat menjelang akhir tahun, yakni melawan Bolton Wanderers, Liverpool dan MU, Newcastle akan kian terpuruk jika tak cepat memperbaiki performanya.
"Kami harus segera mendapatkan kemenangan dan itulah mungkin yang menganggu pikiran kami sedikit malam ini - faktanya kami sangat menginginkan itu," tutur Pardew di situs resmi klub.
"Kami sedikit putus asa saat ini dan Anda tidak bisa seperti itu di Premier League," tuntas Pardew.
(mrp/krs)











































