Catatan The Reds ini kalah jauh jika dibandingkan sang pemimpin klasemen Manchester City yang sudah mengemas 53 gol, dan berturut-turut Manchester United (47 gol), Chelsea (36), serta Tottenham Hotspur dan Arsenal yang masing-masing mencetak 34 gol. Bahkan mereka masih kalah produktif daripada tim peringkat tujuh, Newcastle United, yang mengoleksi 25 gol.
Menilik punggawa barisan depan yang dimiliki oleh Liverpool, tak heran jika banyak Liverpudlian mempertanyakan kinerja para penyerang tim kesayangannya. Nama-nama besar seperti Luis Suarez, Dirk Kuyt, Craig Bellamy, dan tentu saja penyerang seharga 35 juta poundsterling, Andrew Carroll masih minim menyumbang gol bagi Liverpool.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan lain, di musim ini pasukan Kenny Dalglish tak pernah mencetak lebih dari dua gol di satu pertandingan, kecuali saat menaklukkan Bolton Wanderers 3-1 di akhir Agustus. Selebihnya, Liverpool cuma membukukan satu atau dua gol di pertandingan domestik.
Bek tengah asal Denmark, Daniel Agger, sempat memberikan satu pembelaan. Dengan catatan 15 kali menghantam tiang gawang, ia menilai masalah produktivitas gol timnya adalah soal keberuntungan saja.
(a2s/mfi)










































