Memainkan laga terakhirnya di tahun 2011, Sabtu (31/12), Blackburn tidak disangka-sangka mampu mencetak dua gol lebih dulu ke gawang MU. Pertama lewat tendangan penalti Yakubu Aiyegbeni di babak pertama, dan penyerang Nigeria itu melakukannya lagi di awal babak kedua.
Meski tuan rumah sempat menyamakan kedudukan melalui dua gol Dimitar Berbatov, namun The Rovers kembali membungkam publik Theatre of Dreams via gol Grant Hanley di menit 79-- dan keluar sebagai pemenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, para pemain Blackburn begitu sibuk, tapi sekaligus tampil luar biasa dengan melakukan sembilan blok, 20 intersep, dan 74 halauan dari kemungkinan terjadinya gol di gawang mereka.
Kemenangan ini terutama sekali sangat berarti buat sang manajer, Steve Kean. Maklum, belakangan ia kerap dituntut mundur oleh suporternya, karena Blackburn berkutat di zona degradasi. Sebelum kickoff malam ini mereka menjadi juru kunci, dan hanya naik satu peringkat setelah mengandaskan MU.
"Luar biasa sekali bisa menang, dan meraihnya di sebuah tempat seperti ini. Ini bisa menjadi sebuah batu loncatan untuk kami," tutur Kean seusai laga.
Dari 19 pertandingan yang dilakoni Blackburn di musim ini, mereka cuma menang tiga kali, seri lima kali, dan kalah sampai 11 kali.
(a2s/mfi)











































