O'Neill baru mulai membesut Sunderland di awal bulan Desember 2011, tepatnya 3 Desember, untuk menggantikan Eric Black yang selama tiga hari menjadi caretaker usai Steve Bruce dipecat.
Laga pertama Sunderland di bawah manajer kelahiran Kilrea, Irlandia Utara, 49 tahun silam itu berakhir dengan kekalahan. Tetapi O'Neill belum benar-benar pegang peranan besar karena laga tandang kontra Wolverhampton Wanderers itu terjadi sehari usai ia resmi melatih Sunderland--tanggal 4 Desember.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam dunia yang ideal, akan luar biasa jika (tahun) ini bisa menjadi awal dari usaha membentuk Stadium of Light menjadi sebuah benteng kokoh. Dalam konteks resolusi tahun baru, itu akan jadi hal bagus," harapnya beberapa saat sebelum menghadapi City seperti dikutip SundaySun.
Keinginan tersebut tak lepas dari kenangan O'Neill saat datang bertamu ke Stadium of Lights pada tahun 1997 silam. Ketika itu ia bertamu sebagai manajer Leicester City di ajang semifinal Piala Liga.
"Gemuruh penonton di sini benar-benar memekakkan. Untuk beberapa wakut, markas kami belum bisa kembali memiliki reputasi sebagai benteng, tapi itu sesuatu yang ingin kami capai," terang O'Neill.
Keinginan manajer yang pernah membawa Celtic ke tiga gelar juara liga Skotlandia itu menunjukkan awal positif setelah dalam laga kandang pertamanya di tahun yang baru, Sunderland sukses memetik kemenangan. Bukan kemenangan biasa, karena yang dibekuk adalah City yang si pemuncak klasemen Liga Primer Inggris saat ini.
O'Neill lantas ditunjuk sebagai sosok penting dalam kemenangan 1-0 atas City tersebut. Ia dinilai sudah mampu meyakinkan para pemain kalau City tetap bisa mereka taklukkan.
"Pujian untuk manajer yang membuat kami percaya kalau kami takkan kalah di pertandingan ini, dan ia menegaskan hal itu saat turun minum," ujar bek Sunderland John O'Shea kepada Sky Sports 1.
(krs/mrp)










































