Kasus pertama adalah persoalan antara Luis Suarez dan Patrice Evra, di mana Suarez, yang dinilai bersalah karena mengucapkan kata "negro" kepada Evra, akhirnya mendapatkan hukuman skorsing selama delapan pertandingan. The Reds kini tengah berusaha meredakan situasi panas yang timbul akibat masalah tersebut dengan menjajaki pembicaraan dengan The Red Devils.
Kasus kedua adalah menyangkut laporan dari pemain Oldham, Tom Adeyemi, yang mengaku diteriaki kata-kata bernada rasis dari tribun The Kop. Dalam kasus ini, Polisi sampai turun tangan. Namun, mereka tak menemukan satu pun pelaku dari tindakan itu dan kubu Liverpool akhirnya mengeluarkan permintaan maaf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam beberapa pekan terakhir, ada banyak persepsi bahwa klub ini tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Tapi, sebagai sebuah klub, saya berpikir bahwa tidak seharusnya kami berada dalam jalan tersebut. Kami akan selalu mendukung kampanye resmi yang menentang rasisme," ujar Dalglish di situs resmi klub.
"Jelas, ada isu besar mengenai Luis. Para pemain menunjukkan dukungannya untuk Luis, yang mana sangat fantastis, tapi kemudian orang-orang beranggapan salah bahwa para pemain tidak tertarik untuk memerangi rasisme."
"Itu benar-benar omong kosong. Jika kami bisa membantu memberantas rasisme atau diskriminasi dari bagian mana pun di masyarakat, dengan bantuan dari semua orang di Liverpool FC, maka bantuan itu akan segera datang."
"Kami tak mau rasisme berada di dekat klub ini atau berada di dalam klub ini," tegas Dalglish.
(roz/rin)











































