Kompany hanya bermain 10 menit saat City kalah 2-3 dari Manchester United di babak ketiga Piala FA kemarin. Ia dikartumerahkan Chris Foy karena dianggap melakukan tekel dua kaki saat hendak merebut bola dari Nani.
Keputusan Foy pun lantas diprotes karena Kompany dinilai melakukan tekel bersih dan tak ada niat mencederai lawan. Banding yang diajukan City ditolak FA dan Kompany harus absen empat pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengajukan banding karena saya jelas sangat tidak sepahaman dengan interpertasi dari ofisial saat itu, tapi itu terjadi di sepakbola dan kami harus bisa melupakannya," curhat Kompany di akun Facebook-nya yang dilansir Soccernet.
"Saya ingin tahu meskipun jika kami kini melihat insiden kartu merah yang belum pernah terjadi akibat kita ragu antara "jika" dan "mungkin"?"
"Apakah kami harus melihat ulang bukti pada video untuk setiap pelanggaran yang tidak disadari oleh ofisial, melihat dari sisi yang lain dan segala kemungkinan yang terjadi yang dinilai sebagai tekel yang bersih dan lalu memberikan sanksi?
"Pemain dan manajer mulai mengharapkan lebih banyak lagi kartu merah dari wasit dan saya pikir itu untuk alasan yang salah."
"Pemahaman saya adalah sepakbola Inggris punya kebangaan sendiri akan kekuatan, keadilan dan tradisi pertandingannya."
"Inilah mengapa jutaan orang menikmati sepakbola Liga Inggris dan wasit-wasit Inggris selalu jadi faktor kunci untuk sukses itu."
"Jadi saya tidak setuju dengan orang-orang yang mengatakan wasit di negeri ini tidak tampil baik, sebagaimana saya anggap mereka adalah yang terbaik di dunia."
"Mudah-mudahan di waktu mendatang akal sehat lebih digunakan dan saya mengharapkan tidak lagi melihat konsistensi perihal kartu merah dan sanksi ketika pemain ingin merebut bola."
(mrp/krs)











































