Ketika mengakhiri musim 2010/11 di luar zona empat besar, Redknapp merasa gusar. Tampil sebagai kuda hitam di Liga Champions pada musim tersebut, Spurs harus turun kasta bermain di Liga Europa pada musim berikutnya. Redknapp pun terbilang ogah-ogahan menyikapi turnamen yang disebut belakangan itu.
Sejak awal musim, eks manajer West Ham United dan Portsmouth itu menegaskan bahwa fokus utamanya adalah Premier League. Pilihan tersebut kemudian membuatnya menurunkan pemain-pemain lapis kedua di Liga Europa. Hasilnya? Spurs tersingkir di fase grup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keseriusan Redknapp untuk fokus di liga domestik pun terbukti. Pembelian-pembelian seperti Scott Parker dan Emmanuel Adebayor di awal musim terbukti signifikan. Adebayor kini menjadi pemain Spurs yang paling subur di Premier League. Sementara Parker mampu menyeimbangkan lini tengah sementara nama-nama seperti Rafael Van der Vaart dan Gareth Bale menekan pertahanan lawan dari lini kedua.
Hasil buruk pada masa start musim, di mana mereka ditundukkan Manchester United 0-3 dan Manchester City 1-5 tampak sudah terlupakan. Sebab setelahnya mereka melaju meraih 16 kemenangan dalam 18 pertandingan terakhir. Tercatat, The Lilywhites hanya menelan satu kekalahan di Premier League sejak September tahun lalu.
Catatan lima pertandingan terakhir yang mereka raih pun terbilang lebih stabil ketimbang City dan MU. Spurs mencatat tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Sementara City mencetak tiga kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan dan MU menorehkan tiga kemenangan serta dua kekalahan. Catatan ini kemudian menguntungkan Spurs.
Kemenangan terakhir yang diraih atas Everton membuat Spurs kini menyamai perolehan poin MU di klasemen sementara. Mereka pun mulai digadang-gadang untuk menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara, meski Redknapp sendiri masih terus mengelak dari label favorit. Baginya, melewati City dan MU adalah hal yang sulit untuk dilakukan.
Bagi Redknapp, satu-satunya target realistis yang bisa dicapai Spurs adalah finis di atas rival London Utara mereka, Arsenal. Setidaknya, sampai sejauh ini, target tersebut sudah berhasil dicapai.
Tetapi benarkah Spurs sama sekali tak punya peluang melewati City dan MU? Manajer Everton, David Moyes, bisa jadi tak setuju. "Mereka adalah penantang serius untuk titel juara dan mereka adalah tim yang benar-benar bagus," ucapnya di Telegraph.
Jadi, bisa sampai mana, Spurs?
(roz/din)











































