Tevez belum kembali bermain untuk City sejak bulan September lalu menyusul kontroversi penolakannya untuk tampil di pertandingan Liga Champions kontra Bayern Munich.
Setelah penyelidikan internal, Tevez pun dihukum dan didenda oleh City. Setelahnya, si penyerang asal Argentina "pulang kampung" tanpa izin klubnya dan terus tinggal di sana sampai sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baru-baru ini, muncul laporan dari sumber di City kalau Tevez sudah kehilangan nyaris 10 juta poundsterling akibat denda, dan gaji serta bonusnya yang tidak masuk ke kantung Tevez karena minggat dari klub. Hal itu kini dibenarkan oleh kubu pemain bersangkutan.
"Mereka (media) membuat berita berdasarkan pengarahan yang diberikan oleh Manchester City, bahwa Carlos sudah kehilangan 9,3 juta poundsterling (sekitar Rp 130,6 miliar --red) berupa gaji dan ditambah bonus-bonus lain, yang mana adalah jumlah uang yang banyak," ujar Paul McCarthy selaku penasihat dari Kia Joorabchian yang merupakan perwakilan Tevez, kepada Sky Sports.
"Ketika Carlos kembali ke Argentina pada bulan November, ia dan klub sepakat bahwa ia mengabaikan gajinya, karena ia tidak ada di Manchester, Carrington, jadi ia terlepas dari haknya digaji," lanjut McCarthy.
Lebih lanjut lagi, McCarthy mengungkapkan bahwa Tevez sama sekali tidak peduli dengan gaji-gaji yang tidak bisa ia dapatkan itu. Pasalnya kepergiannya dari City memang bukan perkara uang melainkan karena sudah tidak lagi betah dan ia pun menantikan saat berganti klub.
"Dari sudut pandang Carlos, ini tidak pernah mengenai uang, untuknya ini bukanlah situasi ekonomi; jika itu memang persoalnnya, ia pasti sudah akan duduk bersama City untuk membahas perpanjangan kontrak yang mana juga sempat menjadi opsi pada satu titik, tetapi itu jelas bukan masalahnya saat ini dan sekarang kami menanti dan melihat apa yang akan terjadi di bursa transfer," beber McCarthy.
(krs/a2s)











































