Sempat mengelak dari rumor yang menyebutkan dirinya adalah kandidat kuat pengganti Fabio Capello, Redknapp akhirnya menyatakan jika dirinya terbuka untuk menangani timnas.
Sadar kalau mendapatkan dukungan dari banyak orang membuatnya mempertimbangkan untuk menerima tantangan menjadi manajer timnas. Dukungan pada Redknapp itu datang dari berbagai kalangan. Mulai dari punggawa timnas Inggris seperti Wayne Rooney, hingga rekan seprofesi seperti yang dinyatakan oleh manajer Sunderland, Martin O'Neill.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mengakui itu tidak akan menjadi pekerjaan yang mudah, karena masih terikat dengan The Lilywhites, Redknapp mulai membuka peluang untuk menangani timnas dengan kontrak paruh waktu hingga gelaran Piala Eropa usai.
"Part-time? Dalam jangka waktu yang pendek saya pikir itu mungkin untuk Piala Eropa. Namun, untuk jangka panjang, saya pikir tidak mungkin menangani sebuah tim nasional dan sebuah klub."
"Cukup sulit untuk melatih klub di Premier tanpa harus mencemaskan timnas Inggris. Di satu sisi Anda ingin melihat pemain Inggris bermain, di sisi lain Anda melihatnya sebagai lawan."
"Saya pikir, kepada siapa pun mereka memberikan pekerjaan itu, hanya ada satu pekerjaan yang bisa bisa dilakukan. Mungkin untuk Euro, itu bukanlah masalah. Namun, selelah ajang itu selesai dan musim baru di Inggris dimulai, sang manajer harus memilih; menjadi manajer tim Premier League --jika dia menjadi manajer di Premier League-- atau menjadi manajer timnas Inggris."
"Untuk melakukan dua pekerjaan itu sungguh mustahil," tutupnya.
(roz/mfi)











































