Ranieri menjadi manajer pertama Chelsea setelah dibeli oleh Roman Abramovich pada 2003 silam. Ia diberhentikan pada Mei 2004 meski mengantar The Blues hingga semifinal Liga Champions dan finis kedua di Premier League di musim itu.
Setelah itu Abramovich terus menerapkan prinsip yang sama mengenai manajer-manajer Chelsea. Siapapun manajer yang gagal membawa tim berprestasi akan berakhir dengan pemecatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, di bawah arahan Villas-Boas, Chelsea mengalami musim yang sulit. Serangkaian hasil buruk yang diterimanya membuat John Terry dkk. terancam gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Meski tengah dalam sorotan, Villas-Boas menyatakan Abramovich masih mendukungnya. Namun, sebaliknya Ranieri justru yakin prinsip Abramovich belum berubah.
"Saya pikir dia harus memenangi sebuah trofi di tahun ini untuk mempertahakan pekerjaannya," ucap Ranieri yang kini melatih Inter Milan itu di Mirror Football.
"Saya dipecat karena saya tidak memenagi gelar juara - itu aturannya dan belum ada yang berubah," yakin dia.
Setelah Arsenal dibantai AC Milan di leg I babak pedelapanfinal, Chelsea bisa menjadi satu-satunya tim Premier League dengan peluang realistis untuk lolos ke perempatfinal. Akan tetapi, Napoli bisa saja menambah derita 'Si Biru'.
"Saya pikir Chelsea tidak sedang dalam kondisi psikis yang bagus," sambung pria berjuluk Tinkerman itu.
"Ini laga besar untuk Napoli dan mereka adalah tim yang tangguh. Mereka telah menunjukkan apa bisa mereka lakukan musim ini dengan mengalahkan Manchester City," pungkas Ranieri.
(rin/a2s)











































