Villas-Boas bersama Chelsea-nya tak pernah meraih kemenangan dalam empat laga terakhir di Premier League. Catatan itu kemudian diperburuk dengan hasil 1-1 melawan Birmingham City di Piala FA dan kalah 1-3 dari Napoli di leg I perdelapanfinal Liga Champions.
Peluang Chelsea di Piala FA ataupun Liga Champions memang belum sepenuhnya habis. Namun, tetap saja tak bisa menghindarkan kritik dari skuad mereka. The Blues seperti bermain tanpa arah di lini depan dan hilang fokus di lini belakang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, keputusan Villas-Boas mencadangkan Ashley Cole, Frank Lampard, dan Michael Essien justru dipertanyakan. "Itu seperti bunuh diri manajerial," kritik Jamie Redknapp, mantan pemain internasional Inggris dan kapten Liverpool yang kini jadi pengamat di Sky TV.
Untuk melepaskan semua kritik tersebut, Villas-Boas jelas dituntut untuk meraih hasil bagus kala menjamu Bolton, Sabtu (25/2/2012). The Trotters, di atas kertas, adalah lawan yang lebih mudah.
Bolton sudah menelan dua kekalahan dalam dua laga terakhir di Premier League dan masih terperangkap di zona degradasi. Terlebih lagi, Chelsea pernah menghajar mereka 5-1 pada pertemuan pertama musim ini.
Catatan lainnya, Bolton tidak pernah menang kala bermain di Stamford Bridge, setidaknya dalam lima musim terakhir. Hasil terbaik yang pernah mereka raih di markas Chelsea itu hanyalah imbang 2-2 dan 1-1 pada musim 2006/07 dan 2007/08.
Sepuluh Poin di Belakang Spurs
Sementara itu, Arsenal mungkin tidak pernah menyangka bahwa mereka bisa tertinggal 10 angka di belakang rival berat mereka di Lonton Utara, Tottenham Hotspur. Hal ini seperti menjadi penegasan target Harry Redknapp, yang menyebut bahwa target timnya musim ini adalah finis di atas The Gunners.
Arsenal memang sukses meraih dua kemenangan dalam dua laga terakhir--menang 7-1 atas Blackburn Rovers dan 2-1 atas Sunderland. Tapi, dua hasil buruk di Liga Champions dan Piala FA membuat posisi mereka berada dalam sorotan lagi. Setidaknya, bagi Arsene Wenger, ini bukan hal yang mengenakkan.
The Professor gencar diisukan bakal didepak. Namun, mengingat dedikasinya untuk klub, ia dikabarkan tetap akan memiliki posisi di klub yang bermarkas di Emirates Stadium tersebut. Sebagian setuju, namun sebagian lainnya menilai bahwa mendepak Wenger bukanlah sebuah solusi.
Mantan pemain Arsenal yang kini menjadi asisten manajer Ajax Amsterdam, Dennis Bergkamp, menyebut bahwa Wenger tetaplah sosok yang tepat untuk menangani 'Tim Gudang Peluru'. Masalahnya, menurutnya, hanya tinggal pada mental pemain.
Sementara itu, eks gelandang Arsenal, Samir Nasri, menyebut bahwa Arsenal harus belajar untuk mulai berani mengesampingkan sepakbola indah dan mulai menang dengan cara yang pragmatis.
Spurs sendiri terbilang sedang oke, setelah berhasil menahan imbang Liverpool tanpa gol di Anfield dan menghantam Newcastle United 5-0. Manchester City setidaknya paham bagaimana eksplosivitas The Lilywhites--meski pada akhirnya skuad arahan Roberto Mancini itu bisa menundukkan Gareth Bale dkk. 3-2.
Terakhir kali bertemu, Spurs sukses mengalahkan Arsenal dengan skor tipis 2-1. Sementara, terakhir kali kedua tim bertemu di Emirates Stadium, yakni pada musim lalu, Spurs juga berhasil meraih kemenangan tipis; 3-2.
=====
Lihat jadwal pertandingan selengkapnya di sini.
(roz/a2s)










































