De Gea menjalani masa adaptasi yang kurang lancar setelah hijrah dari Atletico Madrid pada musim panas lalu.
Akibat beberapa kesalahan yang pernah dilakukannya, kiper berusia 21 tahun ini dihujani kritik dan akhirnya tergusur oleh Anders Lindegaard sebagai kiper pilihan pertama di bawah mistar gawang 'Setan Merah'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jujur saja, aku pikir aku telah melakukan hal baik yang lebih banyak ketimbang hal buruk, mungkin perbuatanku yang buruk dapat porsi lebih dalam pemberitaan," sahut dia kepada AS.
"Aku sudah melakukan banyak hal yang baik. Aku senang dengan penampilanku sejauh ini dan aku yakin aku bisa lebih baik lagi."
"Tentu saja aku sering mengkritik diri sendiri. Aku memang harus. Setiap pesepakbola harus belajar dari kesalahan-kesalahannya untuk terus meningkat setiap hari dan tahu bahwa di mana kelemahannya," pungkas De Gea.
Seperti diketahui De Gea selalu memakai lensa kontak saat bermain karena ia menderita rabun jauh. Namun, ia menepis tudingan bahwa penyakitnya itu menjadi penyebab penampilannya yang kurang oke.
"Aku tak peduli jika kritikan kepadaku berkata bahwa masalah itu berdampak buatku. Aku membayangkan bahwa banyak pesepakbola yang menderita masalah yang sama dan itu sebabnya ada lensa kontak," imbuh De Gea.
(rin/roz)











































