Meneruskan pekerjaan Andre-Villas Boas, Di Matteo punya awal yang positif sebagai manajer sementara Chelsea. Ia membawa timnya menang 2-0 atas Birmingham (6/3), lalu unggul 1-0 atas Stoke City (10/3).
Kemenangan itu membuat The Blues masih berpeluang di Piala FA dan masih boleh berharap finis di zona Liga Champions di Premiership.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika misi itu tercapai, maka Di Matteo membuat Chelsea masih berpeluang menjadi juara di Eropa, paling tidak mereka masih ada di kompetisi itu.
Setelah Napoli, Di Matteo akan mengemban misi berikutnya di hari Minggu (18/3). Chelsea akan menghadapi Leicester City di babak delapan besar Piala FA. Dan tentu saja, jika menang, mereka akan lolos ke babak semifinal, dan itu berarti kian dekat ke final (dan tangga juara).
Ujian berikutnya buat Di Matteo adalah di liga. Rabu (21/3) depan Chelsea akan bertandang ke Etihad Stadium, melawan Manchester City. Tiga hari kemudian anak-anak London barat akan menjadi tuan rumah untuk Tottenham Hotspur.
Dua pertandingan tersebut akan menjadi krusial sekaligus indikator, apakah Chelsea bisa menyeruak dan finis di zona Liga Champions di akhir musim, bersaing dengan Tottenham, Arsenal, Newcastle United, dan juga Liverpool.
Jika mulus, Di Matteo punya prospek cerah untuk dipermanenkan sebagai manajer di musim depan. Mungkin saja.
Jadwal terdekat Chelsea:
Rabu (14/3) , vs Napoli, home, leg II babak 16 besar Liga Champions
Minggu (18/3), vs Leicester City, home, perempatfinal Piala FA
Rabu (21/3), vs Manchester City, away, Premier League
Sabtu (24/3), vs Tottenham Hotspur, home, Premier League
(a2s/krs)











































