Manajer Liverpool Kenny Dalglish kesulitan mencari kata-kata untuk menjelaskan kekalahan timnya atas Queens Park Rangers, karena menurutnya Liverpool sudah tampil fantastis dan lawan pun tak banyak menekan.
'Si Merah' pulang dari Loftus Road, Kamis (22/3/2012) dinihari WIB, dengan hampa angka setelah menyerah kalah 2-3 dari tuan rumah QPR, kendati sempat memimpin dua gol lebih dulu.
Setelah paruh pertama berakhir "kacamata", Liverpool berhasil memimpin 2-0 atas QPR lewat gol Sebastian Coates pada menit 54 dan Dirk Kuyt di menit ke-72.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Amat sulit dijelaskan. Kami memainkan sepakbola fantastis. Kami pantas unggul dan kami bahkan tidak dalam tekanan," tutur Dalglish di BBC.
Dari statistik ESPN Soccernet, Liverpool sebenarnya memang tampil lebih dominan daripada QPR dengan penguasaan bola 57%-43%. Tekanan dari The Reds ke pertahanan QPR juga terlihat dari jumlah sepak pojok yang mereka dapatkan, 17, unggul jauh dari 7 sepak pojok QPR.
"Dengan sedikit ketenangan dan penyelesaian akhir lebih baik kami bisa saja memimpin tiga atau empat gol di saat turun minum."
"Anda tak bisa melihat mereka akan bikin gol dan mungkin keberuntungan yang tak mereka dapatkan saat melawan Bolton justru mereka dapat di sini," simpul Redknapp, merujuk kepada kekalahan kontroversial QPR atas Bolton yang diwarnai "gol hantu".
(krs/rin)










































