Pada pertandingan perempatfinal Piala FA antara Tottenham Hotspur vs Bolton Wanderers di White Hart Lane, Sabtu (17/3/2012), Muamba terjatuh dan tak sadarkan diri di lapangan lima menit menjelang akhir babak pertama. Ia kemudian mendapatkan perawatan selama beberapa menit di lapangan sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa itu membuat seluruh White Hart Lane terdiam. Para pemain kedua tim terlihat syok saat Muamba ditangani tim medis. Suporter Tottenham pun ikut menyaksikan dengan wajah penuh kegetiran, sementara beberapa di antaranya terlihat menangis. Penonton kemudian bertepuk tangan ketika pertandingan dihentikan, memberi aplus untuk Muamba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komentar tersebut tentu saja mengundang banyak protes pengguna lain dari situs jejaring sosial tersebut. Namun, bukannya meminta maaf, Stacey dikabarkan malah melawan orang-orang yang mengkritiknya dengan komentar-komentar ofensif. Polisi kemudian terlibat dalam kasus ini setelah mendapatkan berbagai laporan mengenai sikap dan komentar mahasiswa Universitas Swansea tersebut.
Stacey diadili, dan seperti dilansir Sportinglife, ia mengakui bahwa dirinya telah mengeluarkan komentar bernada rasis. Alhasil pengadilan pun menjatuhkan hukuman penjara selama 56 hari. Tak hanya itu, ia juga mendapatkan skorsing dari universitasnya.
Kondisi Muamba sendiri dikabarkan sudah membaik. Pemain berusia 23 tahun itu dilaporkan sudah bisa duduk di tempat tidurnya, menonton televisi, dan menyantap makanan. Hingga kini, ia masih menjalani perawatan intensif.
(roz/krs)










































