Di saat Manchester City yang merupakan rival MU dalam meraih titel Liga Inggris menghambur-hamburkan uang untuk mendatangkan banyak pemain bagus, MU sebaliknya justru malah mempromosikan "darah muda" ke skuad utama mereka.
Nama-nama seperti Tom Cleverley, Danny Welbeck, Ravel Morrison dan juga Paul Pogba adalah pemain-pemain binaan akademi klub yang mulai mendapat tempat musim ini. Welbeck dan Cleverley bahkan kerap dijadikan starter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya pun bisa dilihat di klasemen Liga Inggris saat ini. Meskipun tersingkir dari Liga Champions, Piala FA dan Liga Europa, mereka tetap tampil konsisten di liga dan memimpin dengan selisih tiga poin atas City.
Menyikapi hal tersebut, eks pemain MU periode 1978-1985, Gordon McQueen, menilai Youth Policy memang sudah menjadi tradisi klub itu sejak lama. Meskipun kerap dikritik oleh fans yang menginginkan seorang pemain bintang datang ke Old Trafford, tapi kebijakan itu pun masih bisa membawa kesuksesan untuk klub.
"MU akan selalu jadi klub yang memberikan kesempatan besar untuk para pemain mudanya tampil. Contoh saja musim ini (Danny) Welbeck dan (Tom) Cleverley. Ini sudah jadi tradisi dalam klub ini dan terbukti memang membawa kesuksesan," tutur McQueen dalam sesi jumpa pers yang diadakan Bank Danamon di Jakarta, Kamis (29/3/2012) siang WIB.
Sementara itu Dwight Yorke yang adalah eks striker MU di akhir era 90-an juga menyebut jika salah satu kunci sukses klubnya adalah karena pembinaan pemain muda berjalan dengan baik.
Yorke pun pernah merasakan memang kesuksesan akademi MU saat meraih treble winners. Saat itu MU berisikan para pemain lulusan Class of 92, lulusan paling tenar yang bermaterikan David Beckham, Gary Neville, Nicky Butt dan Paul Scholes.
"MU selalu sukses dengan pembinaan pemain muda. Youth Policy akan selalu diterapkan oleh MU dan itu adalah prioritas utama dari klub ini," timpal Yorke.
(mrp/a2s)










































