"Tersingkir di menit-menit terakhir, kalah adu penalti pada final sebelumnya di Moskow, dan kalah dari Liverpool, itu semua selalu menghantui saya," ucap Terry seperti dilansir ESPN Star.
Terry memang punya kenangan tidak mengenakkan ketika Chelsea kalah dari Manchester United empat tahun lalu. Ia bisa saja tampil menjadi pahlawan jika tendagan penaltinya masuk. Namun, ia malah terpeleset dan tendangannya membentur tiang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terry pun mengaku lega ketika melihat timnya mengangkat trofi.
"Tiba-tiba, semua beban itu terangkat dari pundak saya, dan mungkin dari pundak semua orang di klub ini," ujarnya.
Terry sendiri tidak bermain. Ia mendapatkan larangan tampil akibat tindakan cerobohnya menendang Alexis Sanchez dengan lutut. Namun, Terry mengaku bisa hidup dengan segala kritikan yang diterimanya akibat tindakannya tersebut.
"Saya bisa menerimanya. Sungguh. Saya bisa menerimanya karena tim kami telah tampil sebagai juara," tukasnya.
(roz/a2s)











































