Sejak diambil alih Glazer 2005 lalu, banyak kecaman datang dari para suporter The Red Devils. Fans merasa kalau Keluarga Glazer membeli MU hanya karena alasan keuntungan semata, apalagi 'Setan Merah' kemudian terbelit utang besar.
Berbanding balik dengan kecaman para suporter, Fergie justru merasa nyaman ketika United dipegang Glazer. Selain merasa terus mendapat dukungan, ia menilai kebijakan finansial Glazer selalu penuh perincian dan masuk akal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebijakan mereka dalam mendanai klub cukup masuk akal, karena mereka juga perlu untuk terus berinvestasi demi menjaga aset mereka."
Fergie mengaku ada banyak faksi di United yang terus memperdebatkan siapa Glazer dan tak setuju dengan pengusaha asal Amerika Serikat tersebut. Akan hal itu, Fergie tak ambil pusing.
"Saya rasa ada banyak aksi di United yang berpikir mereka memiliki klub ini. Mereka akan selalu memperdebatkan siapa pemilik klub dan hal tersebut akan tetap terus terjadi."
"Ada banyak ketidakpuasan dari suporter ketika Glazer mengambil alih klub ini. Jadi mereka (faksi-faksi tersebut--red), memiliki suara untuk ikut tak setuju dengan Glazer. Tapi saya kira sebagian besar suporter akan melihat secara realistis dan percaya hal tersebut tak akan mempengaruhi penampilan tim."
Sejatinya, selama lima tahun dibawah kepemilikan Glazer, Fergie hanya diberi dana yang terhitung minim untuk berbelanja di bursa transfer. Sementara itu, MU justru memiliki utang sebesar 837 juta euro, atau sekitar Rp 9,6 triliun selama kurun waktu tersebut.
(din/rin)










































