Fergie sudah menangani The Red Devils sejak tahun 1986. Ia acapkali mengandalkan banyak pemain muda dan manajer asal Skotlandia itu membuktikan bahwa MU bisa memenangi 37 trofi, baik turnamen mayor ataupun minor.
Contoh suksesnya Fergie dengan pemain muda bisa dilihat lewat generasi emas MU semisal Paul Scholes, Ryan Giggs, Gary Neville, dan David Beckham. Bersama semua pemain hasil binaan akademi tim 'Setan Merah' itu, Fergie menahbiskan diri menjadi penguasa Liga Inggris di era Premier League; 12 gelar juara berhasil mereka raih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bisa melihat Powell menjadi kejutan besar bagi kami musim ini meskipun dia baru berusia 18 tahun. Dan itulah perbedaan Manchester United dengan klub lainnya --kami bisa memainkan pemain berusia 18 tahun karena itu bagian dari sejarah kami," jelas Fergie di ESPN Star.
"Ini seperti takdir bagi kami. Jika pemain muda menunjukkan kemampuan, kami memainkannya -dan itu tak pernah membuat kami gagal."
"Tidak ada klub lain dapat melakukan hal itu. City tidak akan melakukannya. Mereka tidak akan memainkan pemain muda yang dihasilkan oleh sistem mereka."
"Yang mereka beli semua berusia 25, 26, atau 27 tahun. Pemain 'jadi' dengan kedewasaan dan berpengalaman. City tidak bisa memberikan kesempatan kepada pemain muda karena mereka mempunyai tim dengan kelompok umur yang bagus."
"Mereka tidak memilki pemain berusia di atas 30 tahun, namun mereka tidak memainkan salah satu pemain muda dan fans mereka tidak berharap pemain muda hadir melalui proses seperti yang terjadi di United," tukas manajer berusia 70 tahun ini.
Musim lalu, Fergie akhirnya memberi kesempatan kepada dua nama yang merupakan lulusan akademi MU, Danny Welbeck dan Tom Cleverley, untuk bermain di tim utama. Welbeck dinilai tampil relatif oke, sementara Cleverley menanjak di awal musim sebelum akhirnya dihantam cedera.
(roz/mfi)











































