Wenger Takut Melatih Timnas

Wenger Takut Melatih Timnas

- Sepakbola
Kamis, 26 Agu 2004 13:16 WIB
Jakarta - Meski menuai keberhasilan luar biasa bersama Arsenal, pelatih The Gunnners asal Prancis Arsene Wenger ternyata tak punya keinginan menjadi pelatih timnas. Setelah delapan musim menukangi Arsenal, kontrak Wenger akan berakhir tahun depan. Sebagai pelatih yang sukses di klub jawara Inggris ini, tak heran jika banyak pihak mengincar Wenger. Tak hanya klub, beberapa negara juga berniat untuk mempekerjakan pria berusia 54 tahun ini. Seusai Euro 2004 lalu, Wenger sempat dikait-kaitkan dengan timnas Jerman dan Prancis, yang kehilangan pelatih setelah Rudi Voeller dan Jacques Santini lengser. Namun dengan tegas Wenger menampik tawaran-tawaran tersebut. Pelatih bertubuh jangkung ini lebih memilih untuk menetap di Arsenal. "Saya tak punya semangat untuk melatih timnas, lagipula ini belum saya rencanakan akan dilakukan dalam karir saya," ucapnya seperti dikutip Sportinglife, Kamis (26/8/2004). Keenganannya melatih timnas diakui pria kelahiran Strasbourgh ini disebabkan karena ia takut kehilangan kuasa. "Di klub sehebat Arsenal peran saya sangat besar. Jadi, saya tak perlu takut bakal diatur-atur atau merasa tak punya kuasa," ungkap Wenger. Sudah menjadi rahasia umum kalau pelatih timnas merupakan "sasaran tembak" jika prestasi tim anjlok. Belum lagi, campur tangan dari pihak luar seperti media dan petinggi negara kerap sangat kentara. Adalah karakteristik pekerjaan pula yang membuat Wenger enggan menukangi timnas. "Di timnas, jika Anda tak memiliki generasi pemain yang bagus maka tak akan ada keajaiban, sementara di klub selalu ada jawaban buat segala persoalan Anda," lanjutnya. Jawaban Wenger yang pasti bakal menjadi "angin surga" buat Arsenal. Pasalnya setelah Dennis Bergkamp dkk menorehkan rekor 43 kemenangan di Liga Inggris, mereka tentu mengincar prestasi yang lebih besar lagi. "Piala Liga Champions merupakan satu-satunya piala yang belum pernah kami menangkan. Namun saya bukan terobsesi dengan itu. Liga Inggris adalah ajang paling tepat untuk menilai kualitas tim," imbuhnya. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads